Catatan Dr. Uli Kozok

Pemerhati Bahasa dan Budaya

Surat Penghargaan

dengan satu komentar

Surat Penghargaan
dari Pemerintah Belanda

BRMG 1879 (6) 169-170

Penginjil Nommensen menulis pada 26 Februari:

Dari pihak pemerintah kami menerima dokumen berikut:

Atas nama Gubernur Pantai Barat Sumatra kami ingin mengucapkan terima kasih atas jasa Tuan-Tuan selama Ekspedisi Militer ke Toba .

Keputusan Pemerintah No. 8 tertanggal 27 Desember tahun yang lalu [1878] berbunyi sebagaimana berikut: [Hal.170]

Melalui Gubernur [Pantai Barat Sumatra] pemerintah mengucapkan terima kasih kepada penginjil Rheinische Missions-Gesellschaft di Barmen, terutama Bapak I. Nommensen dan Bapak A. Simoneit yang bertempat tinggal di Silindung, atas jasa yang telah diberikan selama ekspedisi melawan Toba. Dengan keputusan ini pemerintah memberi ganti rugi sebesar 1000fl.[79] Jumlah tersebut dapat diambil setiap saat.

Residen Tapanuli.

—————–

[79] Gulden

Ditulis oleh Uli Kozok

4 Juli 2009 pada 12:35

Satu Tanggapan

Berlangganan komentar dengan RSS.

  1. Yth. DR. Uli Kozok

    Saya mendapatkan data dan gambar photo tahun 1890 “Radja Israel” dari google di KITLV Belanda seperti di bawah ini. Dan menurut keterangan dan silsilah Keluarga Sinaga di Prapat dan Tuan Labuhan Asmin Damanik Jambur Na Bolag Sipolha (Puang Bolon / Opung boru Saya Jinim Sophia Boru Sinaga adalah putri satu-satunya dan 8 laki-laki anak beliau. Beliau Kristen pertama di Prapat dan bergelar Sintua Radja Israel Sinaga adik Kandung Raja Ompu Bangbang / Raja Galumbang Laut Tawar Sinaga Prapat dan anak ketujuh / Bungsu dari Raja Ompu Togadolok Sinaga Sidabariba Parapat.

    Kami mohon DR. Uli Kozok meneliti beliau Sintua Radja Israel Sinaga, karena beliau termasuk pemimpin / pelindung / raja Kristen pertama di Prapat di tepian Danau Toba.

    Catatan Tulisan :
    …….Lalu datanglah penginjil Nommensen, Püse, Simoneit, dan Israel. Sebagian besar Silindung berjanji untuk membela para penginjil dan melawan jika diserang. Para raja Bahal Batu pun menyatakan akan membela kami, dan Portaon Angin[52] malahan mengatakan musuh terlebih dahulu harus membunuh kalau mau mengancam kami. Simoneit dan Israel tinggal di sini untuk membantu kami kalau-kalau pos diserang musuh………

    ……..Dalam perjalanan kami bertemu dengan Israel yang juga ikut dengan kami. Setiba di Bahal Batu kami mendapatkan penduduk kampung duduk di luar kampungnya dengan membawa lembing dan bedil. Setiba di pos zending datanglah Partaon Angin yang sudah tua itu dan kami memberitahu bahwa kami datang untuk menjemput Saudari Metzler sementara Penginjil Simoneit dan Israel tetap di situ dengan penginjil Püse…….

    Terima Kasih.
    Hormat Kami. GBU. Amien.

    Parlindungan Damanik

    10 Juli 2010 pada 07:19


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.