Catatan Dr. Uli Kozok

Pemerhati Bahasa dan Budaya

Sumber primer dan sekunder: Catatan Metodologi

with 3 comments

Artikel-artikel yang kami terjemahkan berasal dari majalah Berichte der Rheinischen Missionsgesellschaft (BRMG). Sebagian dari artikel BRMG merupakan sumber primer karena ditulis langsung oleh pihak RMG di Barmen namun nama pengarang biasanya tidak disebut. Di antara keenam artikel yang diterjemahkan terdapat dua yang bisa dianggap sebagai sumber sekunder yaitu “Perang di Toba” yang merupakan salinan dari sepucuk surat yang ditulis oleh penginjil Metzler (15/3/1878 Nomor arsip RMG 1.937 Bd.1), dan “Laporan Terakhir tentang Perang di Toba” yang ditulis berdasarkan surat Nommensen (20/6/1878, No. arsip RMG 1.926 Bd.1).

Surat Nommensen Hal.1

Surat Nommensen Hal.1

Penulis buku ini telah membaca kedua surat yang asli yang kini berada di arsip RMG di Wuppertal dan membandingkannya dengan salinannya di BRMG. Nommensen dan Metzler menulis suratnya dengan tangan dan tentu terdapat beberapa kesalahan dalam ejaan atau tata bahasa. Oleh sebab itu semua surat diperiksa dulu untuk memastikan tiada kesalahan yang sempat masuk ke edisi cetakan. Proses penyuntingan yang dilakukan oleh staff RMG sama sekali tidak mengubah arti surat asli melainkan hanya meralat kesalahan atau menambahkan informasi waktu bilamana dianggap perlu.

Berikut ini foto halaman pertama surat Nommensen yang ditujukan kepada “Lieber Herr Inspektor” (Tuan Inspektor yang terhormat). Tampaknya surat Nommensen dicetak ulang dalam BRMG dengan sangat akurat. Satu-satunya perbaikan yang dibuat oleh para pengedit ialah penambahan “im Juni 1877” (pada bulan 1877)

Demikian pula pada halaman-halaman berikut pihak RMG hampir tidak melakukan penyuntingan apa-apa melainkan menyalin teks tanpa mengubahnya sama sekali.

Surat Nommensen 20/6/1878; RMG 1.926 Bd.1 Hal. 5

Surat Nommensen 20/6/1878; RMG 1.926 Bd.1 Hal. 5

Berikut ini kami sajikan halaman 5 surat Nommensen yang dicetak di BRMG 1878 (12) pada halaman 364:

Hal. 364 BRMG 1878 (12)

Hal. 364 BRMG 1878 (12)

Bila dibandingkan dengan surat asli hanya terdapat satu perbedaan kecil. Para editor di RMG menambahkan kata “natūrlich” (tentu saja) pada baris ke-10 (kata terakhir pada baris ke-7 pada edisi cetakan):

“Mereka bertanya kepada kami apakah pemerintah akan membantu mereka sekiranya mereka diserang oleh kaum kafir Silindung. Tentu saja kami tidak bisa menjaminnya.”

w

Iklan

Written by Uli Kozok

5 September 2009 pada 12:41

3 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Horas Dr.Ulrich..

    Saya sangat tertarik dengan artikel-artikel anda. Walaupun demikian saya belum sepenuhnya percaya dengan artikel anda ini semua.
    Tadinya saya kira anda orang Indonesia ternyata bukan, saya sangat terkesan dengan kemampuan linguistik Dr.
    Terima kasih untuk artikelnya, setidaknya ini menjadi referensi bagi orang-orang batak dalam menambah wawasan sejarah batak.

    Regards,
    Dedi Sianturi

    dedi

    3 Januari 2011 at 07:16

  2. Wah, jarang sekali ada yang memanggil saya Ulrich soalnya sejak kecil saya sudah dipanggil Uli (orang yang bernama Ulrich di Jerman selalu dipanggil Uli).
    Coba tanya di Gramedia, mungkin buku Utusan Damai (yang jauh lebih lengkap daripada artikel ini) sudah keluar (diterbitkan Yayasan Obor). Di situ banyak contoh dari Namibia, medan zending RMG yang terbesar, Di Namibia pun RMG berulang kali meminta bantuan pemerintah untuk selekasnya menjajah Namibia. Jadi sikap Nommensen yang pro-penjajahan memang bukan sesuatu yang luar biasa.

    mackeriege

    3 Januari 2011 at 08:08

  3. Pendapat saya, saya sangat terkejut luar biasa. Ternyata Nommensen pro pada penjajahan, pro pada pembinasaan. Kontradiktif sekali dengan spiritualitas Kekristenan yang sebenarnya. Jadi perlu ada pengkajian ulang melalui diskusi2 yg dimulai dari yang kecil untuk memperbaiki eksistensi gereja, terutama HKBP yang selama ini mengagung2kan Nommensen, bahkan dianggap sebagai apostel orang Batak. Hal ini sangat perlu, supaya gereja2 hasil zending RMG (Nomensen cs) benar2 memiliki spirutalitas yg sebenarnya untuk keberlangsungan kehidupan manusia yg sebenarnya. salut untuk Profesor Uli Kozok….

    andy saut halomoan

    2 Februari 2012 at 12:27


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: